Setiap murid bisa belajar, hanya saja tidak pada hari yang sama atau dengan cara yang sama (George Evans). Welcome to my blog !!

Kamis, 10 November 2016

Tugas 3 (Siswa Nakal)


     Siswa Nakal
Oleh : Arif Luqman Nadhirin

  Bagi guru, menghadapi siswa “nakal” dianggap seperti hal biasa, apalagi di sekolah yang siswanya sebagian besar laki-laki, seperti di sekolah menengah kejuruan (SMK). Guru biasa menghadapi siswa yang datang ke sekolah terlambat, bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah (PR), ribut di kelas, jajan pada saat jam pelajaran, izin ke belakang, namun ternyata ke kantin, hingga tawuran. Perilaku siswa seperti ini memang benar-benar menguji kesabaran guru dan keuletan tingkat tinggi.
   
 Benarkah mereka itu nakal? Pantaskah mereka diberi label nakal? Saya tidak setuju apabila mereka dilabeli nakal. Apalagi tidak sedikit guru yang memberi label nakal karena ketidaksanggupannya mengendalikan mereka. Di sisi lain, ukuran nakal tiap guru berbeda-beda. Sebagian guru akan menganggap siswanya nakal apabila siswanya tidak mengerjakan PR. Guru lain berpendapat siswa  yang sering bolos atau tidak masuk sekolah adalah siswa yang nakal. Sebagian yang lain menganggap siswa yang ribut saat pelajaran adalah siswa yang nakal.
     Menurut saya, tidak ada yang namanya siswa nakal. Pertama, hanya ada siswa yang sedang menghadapi krisis identitas. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi, yaitu terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya dan tercapainya identitas peran. Kenakalan siswa terjadi karena siswa gagal mencapai integrasi kedua. Kedua, siswa yang memiliki kontrol diri yang lemah. Siswa yang tidak dapat mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal. Begitu pun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak dapat mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Ketiga, siswa yang kurang kasih sayang orang tua. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan menyebabkan kurang perhatian kepada anaknya. Orang tua tidak mengenalkan dan mengajarkan norma-norma agama kepada anaknya. Akibatnya, dia akan sering bolos atau terlambat sekolah. Saat di sekolah, dia akan berulah macam-macam untuk mendapat perhatian dari orang lain, termasuk kepada gurunya.
     Keempat, siswa yang kedua orang tuanya tidak harmonis atau bahkan bercerai. Suasana di rumah yang tidak nyaman akan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut ini.
1.Anak tidak fokus saat pelajaran.
2.Kedua orang tua yang seharusnya melindungi dan memberi contoh yang baik justru menjadi akar permasalahan anaknya.
3.Siswa yang menjadi “korban” dari saudara atau teman sepermainannya. Tipe anak seperti ini akan melakukan hal yang sama pada anak lainnyakerena dia adalah “korban” dan berusaha untuk membalas dendam.
4.Siswa yang mendapat tekanan dari orang tua. Tekanan ini dapat berupa tuntutan orang tua yang terlalu tinggi akan prestasi anaknya di sekolah atau peraturan di rumah yang terlalu ketat atau mengekang. Akibatnya, dapat bermacam-macam. Salah satunya, siswa dapat menjadi pendiam, tetapi juga dapat nakal karena merasa ingin bebas.
     Kelima, siswa yang mengalami kekerasan dalam lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya masalah ekonomi. Siswa yang mengalami kekerasan di rumah, saat di sekolah dia akan menunjukkan sikap memberontak kepad gurunya atau bahkan melakukan kekerasan seperti apa yang dia alami.
     Keenam, siswa yang salah bergaul. Lingkungan memang memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sikap siswa. Pergaulan yang kurang tepat atau menyimpang dapat menyebabkan perilaku yang menyimpang.
    Itulah beberapa sebab mengapa siswa berperilaku nakal saat di sekolah. Saat kita tahu latar belakang masalah perilaku siswa kita, tentu kita justru akan merasa iba dan kasihan. Oleh karena itu, sebagai pendidik mulailah untuk menghentikan memberikan label negatif kepada siswa.

Tugas 3(Buku Marbi)
1. Baca teks sumber/artikel "Siswa Nakal"(hal 67),kemudian buat teks tanggapan kritisnya.
2. Kerjakan aktivitas 8 (hal 68)

Jawaban:
2. Aktivitas 8
a) Ide - ide pokok
  • Siswa nakal disekolah biasanya sebagian besar laki - laki.
  • Siswa nakal benar - benar menguji kesabaran dan keuletan.
  • Tidak setuju apabila siswa tersebut diberi label nakal.
  • Siswa yang bersifat tidak baik biasanya karena sedang menghadapi krisis identitas, tidak dapat mengontrol diri dan kurang kasih sayang orang tua.
  • Siswa yang sedang mengalami masalah dalam keluarganya akan tertekan dan juga dapat nakal karena merasa ingin bebas.
  • Siswa mengalami kekerasan dalam keluarga akan menunjukkan sikap memberontak kepada siapapun.
  • Siswa salah bergaul akan berperilaku menyimpang.
  • Saat mengetahui latar belakang masalah siswa, sebagai pendidik sebaiknya menghentikan memberikan label negatif.
b) Setuju : Kami setuju pada kalimat " Tidak ada yang namanya siswa nakal".
Alasan : Karena, ada banyak alasan yang membuat siswa itu dianggap nakal.
c) Tidak setuju : Kami tidak setuju pada kalimat "....apalagi di sekolah yang siswanya sebagian besar laki - laki, seperti di sekolah menengah kejuruan (SMK).
Alasan: Karena, tidak semua siswa laki - laki yang nakal, tetapi ada juga siswa perempuan.
d) 
Siswa Nakal
Oleh : Arif Luqman Nadhirin


  
         "Siswa Nakal" adalah teks yang ditulis olehArif Luqman Nadhirin. Teks ini menceritakan tentang siswa nakal yang ada di sekolah. (Resume)
         Pada paragraf pertama teks ini menceritakan tentang guru yang menggangap siswa nakal adakah hal yang biasa. Apalagi di sekolah yang siswanya laki - laki padahal nukan hanya siswa laki - laki saja yang nakal, tetapi ada juga siswa perempuan. Menurut kami, tidak ada siswa yang nakal, adanya siswa yang malas. Mungkin mereka diberi label nakal karena ada beberapa hal seperti siswa yang menghadapi krisis identitas, siswa memiliki kontrol diri yang lemah, kurang kasih sayang dari orang tua, mengalami kekerasan dalam keluarga dan siswa yang salah bergaul yang menyebabkan mereka berperilaku menyimpang. (Deskripsi)
          Membaca teks karya Alif Lqman sangat bagus karena kita bisa menilai mengapa siswa berperilaku nakal di sekolah. Oleh karena itu, guru seharusnya tidak memberi label negatif kepada siswa. (Judgement)

    

0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About

Popular Posts

Blog Archive

Total Tayangan Halaman

9618
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

BTemplates.com

Blogroll

Blogroll

About

Copyright © 2025 Cool Kidz | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com